21.9.08

Sungkai @ Soto Rindu

Excuse me!where is my Food???


Posing Off With Tua


Batah jua kan mengaut ani???


Posing Off With Bungsu


Yeaa..With my parent


Eh..kana gambar kh???Skali lagi eh!!!



Cium tangan saja...Bukan Kelly Ng ni kan cium kaki lagi..



TEATER


Logo Lazim Teater


Apakah dia teater

Kata “Teater” berasal dari kata ‘Theatron’, Theatron merupakan bahasa yunani yang bererti “Tempat pertunjukan”. Theatron digunakan untuk menggambarkan sebuah tempat pertunjukan yang berbentuk setengah lingkaran dan mendaki lereng bukit yang berfungsi sebagai tempat duduk penonton ketika drama yunani klasik berlangsung. Saat ini teater dapat membicarakan tentang sebuah karya seni, bahkan dapat menunjukkan sebuah kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Singkat kata kita mampu mengetahui seluruh warisan budaya sastera drama, bahkan beberapa bentuk pementasan seperti : Mime, pantomim, pertunjukan rakyat, kabaret, monolog, wayang kulit dan wayang golek. Lebih luas lagi, saat ini teater digunakan untuk menyebut tempat-tempat pertunjukan seperti: Film, radio, serta television. Bahkan teater dan unsur-unsurnya di pertontonkan dengan tujuan menimbulkan kesedaran masyarakat sekeliling.

Monolog dan kehidupan





Monolog seorang hamba dengan pencipta





Monolog berfungsi sebagai ekspresi seni mempunyai kelebihan-kelebihan, iaitu dapat mempengaruhi, melengkapi, dan memperkaya pemahaman seseorang terhadap lingkungan, sosial, politik, agama, budaya, falsafah, dan kreativiti seni. Untuk itulah monolog harus mempunyai kemampuan memberikan pemahaman kreatif secara sehat sesuai alam persekitaran. Seorang aktivis teater akan sulit mengekspresikan dirinya dalam bermain monolog jika tidak mampu berkomunikasi dengan alam persekitarannya.. Untuk mengekspresikan diri dalam bermain monolog, seorang pelakon harus mampu memahami, menggali, meresapi, dan memikirkan kehidupan alam persekitarannya disamping harus berlatih secara terus menerus. Oleh kerana itu pemahaman terhadap seni sastera iaitu drama monolog perlu ditumbuhkan sebagai salah satu cara memahami kekayaan budaya dan kefahaman tentang penghayatan sebuah kehidupan.Monolog itu adalah sesuatu yang hidup agar dapat menghidupkan lakunan agar nampak sebagai sebuah tontonan kehidupan ketika ia dipertontonkan